CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Monday, September 1, 2008

Male Bloggers? Female Bloggers?

Due to our observation from the blog owned by female & male, basically, male like to put up information on their blog compare with female. One fascinating blog that v browse through give us a surprise! The blogger put up all those famous music in his blog, providing information regarding the music such as wat is the main idea of the music, the tone and etc. Where as most of the female blogger intend to write about their feelings or their daily personal experience.

Well, to have a valuable opinion from the view of the famous bloggers is failed as v r unable to get a reply from them even though v had sent email to them…what a frustrated incident!

However, v have browse through some of their blogs and we found that there are some difference between male and female bloggers. Usually , they will post up a new posts almost everyday, using their most familiar language. Most of the male bloggers like to share informative information on their blogs such as music. They like to share information more than sharing their feeling. For female bloggers, they prefer share their daily stories and what happen around them. Their post are more sentimental than the male bloggers.

These are some blogs that as example for you guys to read:

http://sethgodin.typepad.com/


http://hedwigelaine.blogspot.com/

well, hope you guys can provide some opinion on the difference on female and male bloggers and why do you say that.

Hope to see your reply soon ^^

What is blog?

Well, we often heard that about blogs, blogging, blogger.And now we even have our assignment on a blog!However, did you ever really have the knowledge about what is blogs? Do you really know what is blog? Is ok , we will let you know today *n_n*


The origins of blogging go further back than the Internet to the days of personal diaries, chronicles and other written forms of personal musings. Today, a blog is considered to be a Web page that serves as a publicly accessible personal journal for an individual or company. Online media, such as discussion forums and e-mail lists are also considered to be predecessors to the blog.

Most blogs will be displayed in a journal or log entry format, where most are updated daily or more frequently than most Web sites would be. Blogs often reflect the personality of the author or the company employees they represent.

I believe now that most of you know what is blog and most of you guys even have your own blog. Now we are going to introduce you guys some famous bloggers (well, they are from foreign country :p)

Duncan Bowen Black, better known by his pseudonym Atrios is an American liberal blogger living. His weblog Eschaton is one of the most popular political weblogs, receiving an average of over 100,000 hits every day. Before starting Eschaton, Black wrote (as Atrios) for the webzine Media Whores Online (now defunct). During the 2004 Democratic National Convention in Boston, he revealed that he had accepted a job at Media Matters for America and allowed his name and photograph to be published. He later said that as an academic he blogged pseudonymously to avoid attacks like those later unleashed on Timothy Shortell.

Glenn Harlan Reynolds is best known for his weblog, Instapundit, one of the most widely read American political weblogs.Reynolds is often described as conservative, but in fact holds liberal views on social issues. He once illustrated his combination of views by stating: "I'd be delighted to live in a country where happily married gay couples had closets full of assault weapons. He is a strong supporter of Porkbusters and the Iraq War. In his remarks, he said:

Changes in technology are producing major changes in media and journalism. Journalism is becoming an activity, not simply a profession. In my InstaPundit.com weblog I have tried to foster the growth of amateurism in that field, by encouraging people to get involved and to make use of the new tools—from Web publishing to inexpensive digital still and video cameras—to bring news and perspectives to the world stage that were previously lacking.

Saturday, August 30, 2008

Gender dalam Sains dan Teknologi


Perbincangan gender sebenarnya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat kita. Namun, seringkali banyak pihak yang berpendapat sama antara makna gender dan seks. Padahal, sesungguhnya keduanya adalah dua hal yang berbeda. Gender lebih mengacu pada identitas kultural yang melekat pada satu jenis kelamin tertentu. Sedangkan seks lebih mengacu pada identitas jenis kelamin secara biologis. Orang yang berjenis kelamin, secara biologis memiliki konsekuensi kodrati. Contohnya, Seorang perempuan mau tidak mau akan menjalankan fungsi-fungsi seks yang tidak dijalankan oleh laki-laki, seperti melahirkan, menyusui, dan berbagai aktivitas ‘perempuanan’ lain yang bersifat alamiah.

Perbedaan jenis kelamin secara biologis seringkali membuat salah satu pihak diperlakukan tidak adil dalam ruang sosial. Perempuan dengan berbagai aspek-aspek kodratinya selalu diposisikan dalam ruang domestik (kelas dua). Sedangkan laki-laki biasanya lebih diposisikan dalam ruang publik (kelas satu). Pengidentifikasian semacam ini sesungguhnya adalah praktik dari ketidakadilan gender (bukan ketidakadilan seks), seolah-olah perempuan yang mengurus rumah tangga diasumsikan tidak mampu mengurusi persoalan-persoalan di ruang publik yang menyangkut kepentingan orang banyak. Dalam faktanya, bukan tidak mungkin perempuan juga memiliki kemampuan untuk mengaktualisasikan dirinya di ruang publik sebagaimana halnya laki-laki.

Islam memandang laki-laki dan perempuan adalah dua makhluk yang setara. Dijelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 bahwa antara laki-laki dan perempuan memiliki kesetaraan potensi untuk mencapai status tertinggi di hadapan Tuhan. Dalam QS. Al-Ghafir ayat 40, Tuhan juga memberikan penghargaan yang sama antara karya positif laki-laki dan karya positif yang dihasilkan perempuan, dengan harga yang sama. Al-Qur’an memang mengungkapkan perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan, tetapi harus dicermati kembali apakah ungkapan tersebut mengacu kepada unsur biologis atau non-biologis (Sumbulah, 2006: 37).

Dengan demikian, kiranya perdebatan mengenai gender tidak perlu berlama-lama. Mengacu pada penjelasan di atas, bahwa dalam hal jenis kelamin secara biologis yang nota-bene sudah menjadi kodrati masing-masing individu, maka kita tidak bisa untuk menuntut adanya ‘keadilan’, Namun, hal-hal yang terkait dengan identitas non-biologis atau dalam pemahaman seperti di atas disebut dengan istilah gender, maka masing-masing individu dapat menyesuaikan yang didasarkan atas potensi yang dimiliki. Atas dasar ini, kiranya tidak ada perbedaan yang saklek mengenai pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan. Dalam tulisan ini penulis melakukan telaah bagaimana kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam pengembangan sains dan teknologi yang dewasa ini sudah semakin ‘gila’.

Sejak abad ke-20 perkembangan sains dan teknologi berjalan pesat seiring dengan kebutuhan dan kemudahan hidup yang diinginkan oleh manusia, sejalan dengan perkembangan masyarakat dan perubahan sosial. Masyarakat dengan pelbagai macam adat istiadatnya secara sengaja maupun tidak sengaja akan berperan sebagai pencipta dan pengguna teknologi. Perkembangan yang dimaksud meliputi teknologi di bidang pertanian, industri, transportasi, komputasi, kesehatan/kedokteran, persenjataan, komunikasi dan informasi. Keberadaan Teknologi dalam masyarakat tidak bisa dilepaskan dari perkembangan masyarakat itu sendiri. Teknologi merupakan salah satu bagian dari peradaban masyarakat.

Sebagai konsekuensi, kehidupan bermasyarakat yang menyangkut penciptaan dan penggunaan teknologi maka akan melibatkan semua jenis kelamin, tidak memihak terhadap salah satu jenis, laki-laki atau perempuan ansich. Bila kita membicarakan masalah teknologi seolah-olah teknologi hanya merupakan milik kaum laki-laki saja. Misalnya hanya laki-lakilah yang dapat menciptakan teknologi yang canggih seperti pesawat terbang. Rendahnya perempuan dalam perkembangan sains dan teknologi, diakui atau tidak disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan perempuan secara umum. Meskipun di kota-kota besar banyak sekali perempuan yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi, tetapi kalau dalam skala makro, keterwakilan perempuan di bidang sains dan teknologi masih tergolong sangat rendah.

Sehingga tidak heran jika muncul stigma bahwa perkembangan sains dan teknologi hanya menjadi dominasi bagi kaum laki-laki. Sedangkan perempuan hanya diberikan posisi sebagai pengguna teknologi. Benarkah pernyataan tersebut? Sekilas, memang benar karena pada kenyataannya produk-produk teknologi yang sebagian besar sudah kita nikmati ini memang karya dari kaum adam. Namun, sebenarnya banyak sekali peran perempuan dalam perkembangan sains dan teknologi, tetapi hal itu tidak akan nampak di permukaan karena adanya pembedaan menurut kultur sosial budaya (Wakhidah, 2006: 137).

Secara historis-sosiologis, ilmuwan yang menganut faham feminisme telah mempertanyakan hubungan antara gender dan ilmu pengetahuan (terutama sains) sejak tahun 70-an. Banyak ilmuwan yang berhasil menemukan temuan baru yang mempunyai identitas kelamin perempuan. Para pemerhati perempuan memprediksikan bahwa di masa yang akan datang akan lebih banyak lagi ilmuwan perempuan yang muncul ke permukaan dalam pergulatan ilmu pengetahuan. Prestasi perempuan tidak dapat dipungkiri lagi. Perempuan sudah banyak memberi kontribusi terhadap perkembangan sains dan teknologi (Waejman dalam Wakhidah, 2006:138).

Saat ini, sudah saatnya kita tidak terlalu lama berdebat soal “jenis kelamin” teknologi. Artinya kita tidak terlalu sibuk mempersoalkan teknologi ini dibuat oleh siapa, laki-laki atau perempuan. Alangkah lebih bijaknya, mulai saat ini kita bisa mulai berpikir apa peran kita masing-masing sebagai individu dalam perkembangan sains dan teknologi ini. Karena kenyataan menunjukkan bahwa partisipasi perempuan masih lebih rendah daripada laki-laki, maka hendaknya kenyataan ini dijadikan motivasi para perempuan untuk sesegera mungkin menyusul untuk ikut berperan dalam perkembangan sains dan teknologi. Satu hal yang perlu mendapat perhatian serius terkait hal ini adalah antara laki-laki dan perempuan ‘wajib’ selalu mengembangkan SDM-nya terutama bidang sains dan teknologi. Jika hal ini dapat direalisasikan, maka orang yang selama ini selalu mempermasalahkan tentang peran perempuan dalam perkembangan sains dan teknologi secara otomatis akan terjawab.

Adanya fenomena di atas, maka UNESCO bekerjasama dengan LIPI untuk membentuk sekretariat regional untuk gender, ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Pasifik. Pembentukan badan ini merupakan perwujudan dari rekomendasi konferensi Dunia Perempuan dan konferensi Dunia tentang pengetahuan. Sekretariat tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran serta perempuan khususnya bidang sains dan teknologi. Selain itu pusat penelitian dan pengembangan kependudukan dan ketenagakerjaan LIPI juga mengutamakan gender mainstreaming dalam kegiatan penelitian. Adanya hal ini diharapkan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tercapainya kesetaraan gender di bidang iptek (Kompas,2000).

Untuk ke depan, perkembangan sains dan teknologi -mau tidak mau- akan memaksa perempuan untuk terlibat aktif dalam pengembangan sains dan teknologi. Perempuan (dan juga laki-laki) dituntut tidak hanya sebagai pengguna (baca: penikmat) iptek saja, tetapi juga berperan sebagai penemu, penggagas, pencipta (creator). Dengan demikian, kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam hal mengembangkan sains dan teknologi dapat terwujud.

Sunday, August 10, 2008

Pengenalan Gender dan Pembangunan Teknologi

Gender merupakan konsep yang sangat berbeda dengan sex (jenis kelamin). Pembedaan laki-laki dan perempuan berdasarkan jenis kelamin hanya menunjuk pada perbedaan biologis semata. Perbedaan secara biologis ini tidak dapat memasukkan dinamika sosial budaya yang sangat bervariasi antar struktur sosial masyarakat. Konsep gender berusaha menjawab hal ini. Gender merupakan pembedaan laki-laki dan perempuan sebagai hasil konstruksi sosial yang membentuk identitas laki-laki dan perempuan serta pola perilaku dan kegiatan yang menyertainya. Pengertian gender ini memberikan ruang yang sangat dominan terhadap dinamika sosial budaya masyarakat untuk turut mempengaruhi pembedaan peran laki-laki dan perempuan.

Sebagai hasil konstruksi sosial budaya, gender menjadi konsep yang dinamis antara ruang dan waktu. Penelitian sejarah telah membuktikan bahwa konstruksi sosial gender sepanjang waktu berubah-ubah. Terkadang hampir tanpa terasa dinamikanya, namun di lain waktu menjadi isu yang sangat menarik untuk diperdebatkan. Gender juga dapat menjadi komoditas politik, pengalaman sejarah menunjukkan pemerintah kolonial, pengabar Injil berkulit putih serta pengusaha telah membawa konsep gender dari struktur sosial mereka dan mencoba mengintroduksikannya pada masyarakat pribumi. Kegiatan ini menyebabkan dampak yang merusak bagi posisi dan kedudukan kaum perempuan pribumi yang berujung pada hilangnya hak, akses terhadap pekerjaan, kedudukan dan pengambilan keputusan di lingkungan negara maupun keluarga. Terkadang, penguasa kolonial juga menggunakan konsep gender untuk kepentingan ekonomi mereka, semisal untuk mempertahankan akses mereka terhadap tenaga kerja perempuan.

Perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan dianggap sebagai konsekuensi wajar dari perbedaan biologis. Secara biologis, laki-laki dan perempuan memang berbeda. Untuk merubah perilaku sebagai akibat perbedaan biologis ini merupakan suatu hal yang tidak mungkin. Perkembangan hasil-hasil penelitian ilmu sosial menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan berbeda tidak hanya sekedar akibat dari perbedaan biologis antara keduanya. Namun lebih dari itu, proses sosial dan budaya telah turut mempertajam perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Pembahasan mengenai gender, melahirkan tiga teori yaitu :

1. Teori Nurture

Menurut teori ini perbedaan laki-laki dan perempuan pada hakekatnya adalah hasil konstruksi sosial budaya sehingga menghasilkan peran dan tugas yang berbeda. Konstruksi sosial budaya selama ini menempatkan perempuan dan laki-laki dalam kelas yang berbeda. Laki-laki selalu lebih superior dibandingkan perempuan. Perjuangan untuk persamaan dipelopori oleh kaum feminis internasional yang cenderung mengejar persamaan dengan konsep sama rata, konsep ini kemudian dikenal dengan istilah perfect equality. Perjuangan tersebut sulit tercapai karena berbagai hambatan dari nilai agama dan budaya.

2. Teori Nature

Menurut teori nature, perbedaan laki-laki dan perempuan adalah kodrat yang harus diterima. Perbedaan biologis memberikan dampak berupa perbedaan peran dan tugas diantara keduanya. tedapat peran dan tugas yang dapat dipertukarkan, tetapi ada pula yang tidak dapat dipertukarkan karena memang berbeda secara kodrat alamiah. Perjuangan kelas tidak akan pernah mencapai hasil yang memuaskan, karena manusia memerlukan kerjasama dan kemitraan secara struktural dan fungsional. Dalam kehidupan sosial terdapat pembagian tugas sehingga teori ini melahirkan pemikiran struktural fungsional yang menerima perbedaan peran asal dilakukan secara demokratis dan dilandasi oleh kesepakatan bersama.

3. Teori Keseimbangan

Selain dua teori yang bertolak belakang tersebut, terdapat teori yang berusaha memberikan kompromi yang menekankan pada konsep kemitraan dan keharmonisan dalam hubungan laki-laki dan perempuan. Pandangan ini tidak mempertentangkan antara laki-laki dan perempuan namun menuntut perlunya kerjasama yang harmonis antara keduanya.




Thursday, August 7, 2008

Proses Penyelidikan Dan Pencarian Maklumat ..

28 July 2008….KULIAH MINGGU KE-10 ykt214….

Hmm..actly kena mintak maaf kat prof. Wang nih coz minggu ni group kami sesetengah jer yang datang kuliah..huhuu…sowiey prof, janji tak buat lagi.. especially tukang karang nih.. sebenarnya kami dah serik dengan kuliah last week yang membosankan, sesungguhnya kami kurang tumpu perhatian pun dengan siaran Video yang dipaparkan tu.. huhuu…so sorry again my dear lecturer.. ngeee~

29 July 2008…. 1ST MEETING….. Hamzah Sendut I…1200…

Semuanya hadir dan sangat menepati masa! Good bebeh… Hari ni pembahagian tugasan dan pemilihan tajuk, kumpulan kami memilih topic : IMPLIKASI DAN FAKTOR HASIL DARI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DARI KALANGAN MASYARAKAT GENDER…. Kerana kami merasakan topic ini agak menarik dan pembaca sekalian dapat mendapat hujah dan huraian terperici mengenai factor apa yg mendorong sesuatu gender dalam menggunakan sesebuah teknologi dan impaknya terhadap mereka dari penggunaan teknologi tersebut…cool!! Mmm.. menurut jadual, kami akan mula mencari maklumat tambahan besok dan siapkan drafnya sebelum isnin depan..moga segalanya berjalan lancar..hiii

P/S : Sorry to say, kami memang rajin..hahaaa…. ;p

1 Ogos 2008…. 2nd Meeting….. Hamzah Sendut I…1700…

Okay..agak kecewa hari ini perjumpaan terpaksa ditunda kerana sesetengah dari kami ada temuduga untuk CAMPUS WEB INTERNET RADIO di school, walaubagaimana pun tepat jam 1700 kesemua jadir untuk membincangkan topic yang dipilih dengan lebih mendalam setelah 2 hari mencari maklumat..(harap semua begitu) Perbincangan yg serius amat membosankan..warghhh..diz is not ours style!! Plz…make some changes hohoo…

Heheee…salah seorang ahli kumpulan yang kreatif mencadangkan kami berhujah menggunakan teknik kuiz iaitu berkonsep ‘ SIAPA CEPAT DIA DAPAT’ hii..akhirnya terhasil lah pelbagai idea dan huraian yg cukup konkrit diantara kedua pihak yang beradu kepandaian hingga suasana di kawasan kami amat meriah dan mendapat tumpuan..hehee.. kami telah Berjaya menyenaraikan 6 sub topic untuk penyelidikan yg lebih terperinci..plus beberapa idea yang segar setelah melalui segala bentuk pertikaman lidah kerana perbezaan pendapat yang ketara.. U all so rocks guys!!

P/S : Actlyada yang hanya sekadar lakonan..ngee~

4 OGOS 2008….3RD MEETING….Hamzah Sendut I …. 1400….

Hari ini kami mengadakan perjumpaan terakhir

sebelum membuat post pertama kumpulan kami. Di sini juga pengumpulan data dan segala gambar dan video telah diambil dari ahli yang bertugas .. Huhuu..actly setelah aku search-search blog kumpulan-kumpulan yang lain, terasa amatlah terganggu di fikiran…sama ada blog kumpulan kami adalah yang terteruk atau blog orang lain jauh lebih menarik..hukhukk…god help me

!!!

Akhirnya kami membuat keputusan utk membuat tajuk berikut sepertimana yang telah dijelaskan melalui draf di atas semoga kalian bersabar menantikan ulasan hebat topic ini dari kumpulan kami heheee….Watchout!!!

Fuhhh! Walaubagaimana risau dan ‘psycho’ nya k

ami, kami tetap akan melakukan yang terbaik untuk YKT214 dan blog kami yang tersayang nih.. Mmmuahhhhhkss!!!!!


P/S : Ni sebahagian hasil terkumpul hari nih..hikhikkk thankss…. ;)

5 OGOS 2008….4TH MEETING….Cafe Cahaya Gemilang….1400

Haih..esok dah kena bentang untuk post minggu ni, tukang karang nih dah sangat nervous jadi perjumpaan kecil-kecilan dibuat secara spontan untuk membincangkan apa yang bakal dihujah besok, harap-harap semuanya berjalan dengan baik sekali..hihiii… kami membuka blog kami dan membuat sedikit ubah-suai disamping memikirkan idea-idea kreatif utuk blog kami dengan harapan “ BIKINI vs SWIMTRUNK WEBLOG “ mampu menarik perhatian pembaca dan yg PENTING! Tutor kami Eng Kiat dan Prof. tersayang Wan Lay Kim…heee..( Blushing :p)

After 3jam memerah otak, akhirnya kami telah mempunyai hala tuju dan cara terbaik (hopefully) untuk melakukan perbentangan besok. Pencarian artikel dan grafik yang bersesuaian diharapkan dapat memeriahkan lagi “ BIKINI vs SWIMTRUNK WEBLOG “. Yang paling penting, semoga tukang karang ni tak gelabah besok yerk...huhuuu…